Selasa, 21 Juli 2015

Terpikat Pesona Negeri Bahari

Terjebak di adat sehari-hari yang menyesakkan, berbagai besar warga Jakarta terkadang lupa merekapun tinggal pada Ibu Kota negeri bahari yang sangatlah spektakuler. Jangankan menyempatkan diri nikmati sudut-sudut Nusantara, sebatas tahu titik-titik indah dalam negeri juga serta terkadang telah tak pernah. 

Alhasil, orang Jakarta kemudian berekreasi ke lokasi " itu-itu saja ". Seakan-akan keindahan laut dengan pantai cuma berada dalam Bali atau Anyer. Seandainya pindah makin jauh, beraneka lebih pilih ke luar negeri, mirip Singapura, Thailand, atau Vietnam. 

Mempelajari banyak yang kenal, dengan saat penerbangan yang lebih kurang setara serta Jakarta-Bangkok, anda telah mampu menjelajahi sudut-sudut Nusantara yang penuh keindahan. Salah satu pojok itu adalah Kota Ternate di Propinsi Maluku Utara. 

Sejak mulai ketika sebelum pesawat mendarat dalam Pulau Ternate, panorama apik terpampang dalam depan mata. Jejeran pulau-pulau yang sebenarnya sebagai badan gunung-gunung berapi bermunculan seperti butiran zamrud pada hamparan laut biru teduh. Pulau Ternate juga sebagai badan Gunung Gamalama. 
Pindah ke Ternate bukan membutuhkan cost terlampau mahal. Sukses dicek di portal-portal pembelian ticket pesawat daring, biaya rata-rata ticket ke Ternate Rp 1, 4 juta-Rp 2, dua juta per orang. Nyaris seluruhnya maskapai nasional melayani penerbangan Jakarta-Ternate, namun sekedar 2 yang melayani penerbangan segera, merupakan Garuda Indonesia juga Sriwijaya Air. 

Buat orang Jakarta yang sudah umum dan kelengkapan sarana kota besar, tidak butuh cemas. Perlengkapan serta prasarana umum pada Ternate sudah cukup komplit. Angkutan umum, penginapan berbintang, pasar, alat perbankan, setelah mal dengan beraneka kafe juga restoran waralaba nasional berada di kota tersebut. Lumrah saja lantaran Ternate yaitu kota sangat besar juga pusat perekonomian Maluku Utara. 

Keliling pulau 

Mulai mulai lihat panorama Ternate dari hawa, kami telah perhatian untuk berjalan-jalan melingkari pulau ini. Serta luas keseluruhan pulau 111, 8 km. (km) persegi, cara melingkari pulau ini sekedar sepanjang seputar 45 km. 

Dengan menyewa mobil dari satu diantaranya persewaan mobil yang terdapat banyak dalam Ternate, kami menjelajah pulau tersebut, Kamis (4/6). Tarif sewa mobil disini seputar Rp 300. 000 per 24 jam untuk mobil type Toyota Avanza bentuk lama. 

Hari tersebut, kami pilih jalan ke arah utara sampai bakal melingkari pulau dengan arah berlawanan jarum jam. Objek semula yang kami menuju yaitu Batu Angus, seputar 12 km arah utara pusat kota Ternate. 

Pada lokasi ini, jalan raya membelah bongkahan-bongkahan batuan yang bentuk dengan warnanya kontras dan bebatuan pada sekelilingnya. Sebenarnya, lebih pas andai dimaksud cara raya tersebut zaman waktu dulu " dibelah " aliran batu-batu hitam ini. 

Ya benar, aliran, lantaran batu-batu tersebut tidak lain sebagai aliran lava yang membeku kala digelar letusan Gunung Gamalama dalam th. 1907. Kepada laman resmi Tubuh Geologi, ketika itu dihelat letusan samping yang memuntahkan lava menuju arah timur laut hingga menyentuh laut. 

Lokasi Batu Angus telah diatur menjadi obyek bertamasya berpemandangan mengagumkan. Gunung Gamalama menjulang tinggi di barat, bongkahan batu-batu " hangus " yang mengalir memanjang seputar 2 km, serta usai di tebing terjal yang bersentuhan segera juga laut bening membiru pada timur. 

Senang nikmati panorama di Batu Angus, kami meneruskan perjalanan. Seputar empat km ke arah utara, kami temukan lokasi berpagar rapi di samping kanan alternatif. Tersebut lokasi wisata Pantai Sulamadaha. 

Di animo pertama, bukan berada yang demikian istimewa dengan pantai itu. Ombaknya sampingan, pantainya bertabur pasir hitam, juga luas pantainya tak begitu besar. Sepintas, pantai itu mengingatkan dalam Pantai Baron di Yogyakarta. 

Tetapi, rekanan kami sebagai pemandu hari itu, Faris Bobero, mengajak kami tindakan lebih jauh menelusuri cara setapak pada pinggir tebing terjal. Jalan setapak itu telah dibeton dengan dipagari rapi. " Dahulu, itu jalan setapak umum. Tetapi, pemerintah lalu bangunkan jalur beton ini untuk lebih aman, " ucap Faris. 

Sampai menelusuri jalur sepanjang seputar 500 mtr., kami tiba pada hal teluk sempit yang rindang dengan sejuk. Airnya pada dekat pantai bening juga dangkal, hanya seputar selutut orang dewasa. Di bawahnya kehidupan bawah air, kerang serta kepiting-kepiting kecil tampak berlalu lalang. 

Letak teluk yang agak tersembunyi itu membawa sensasi pembebasan diri yang mendamaikan. Hal perasaan yang sudah terlampau lama tak dianggap dalam dalam keriuhan juga kesesakan Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar